Besucher

Samstag, 24. November 2007

Program Aupair PLUS 2007


Pengalaman Baru! Suatu ungkapan yang setiap hari terdengar dan terekam dari percakapan beberapa Aupair yang sedang mengikuti Program Aupair PLUS 2007 di Jakarta sejak akhir Oktober 2007.

Diawali dengan suatu perjalanan wisata ke Bandung dan kemudian dilanjutkan dengan Kursus Intensiv Bahasa Jerman Untuk Aupair. Ragamnya pengalaman baru bagi ketiga Aupair kami, Dessy, Relia dan Yolani serta reaksi mereka masing-masing terhadap setiap program yang dipersiapkan khusus untuk membentuk karakter dan kemampuan berkomunikasi mereka dalam bahasa Jerman sangat menggembirakan.

Hal ini merupakan suatu feedback yang positif dari kebijakan disaat genting untuk tetap menjalankan Program Spesial Akhir Tahun 2007 GRATIS Tiket ke Jerman, meskipun peserta program kurang dari batas minimal 5 orang yang telah ditetapkan oleh PT. Fitzeman sebagai Penanggung Jawab Program Aupair Indonesia di Jakarta.

Sejak Kursus bahasa Jerman untuk Aupair dimulai 22 Oktober 2007 sampai dua minggu setelahnya, para peserta Aupair hanya mempelajari dan mendalami bahasa Jerman mereka di bidang Aupair. Perhatian dan waktu mereka selama dua minggu pertama hanya untuk Kursus Bahasa Jerman. Memasuki minggu ketiga, beban belajar para Aupair mulai ditambah. Pagi sampai siang hari, mereka harus mengikuti magang di Kindergarten dan JERMANclub yang dijadwalkan secara bergantian. Siang sampai sore dilanjutkan dengan Kursus Bahasa Jerman Untuk Aupair. Memasuki minggu keempat, kegiatan baru bertambah yaitu Persiapan Pengenalan Kultur dan budaya Indonesia melalui masakan asli Indonesia: Praktek Masak ! Terdengar begitu mengasyikan, tetapi peserta Aupair tidak hanya dituntut bisa memasak salah satu masakan indonesia yang enak, tetapi mereka juga harus mempersiapkan diri untuk praktek komunikasi dalam bahasa Jerman, karena siapa yang memperoleh giliran masak, harus menjelaskan nama-nama bahan, proses pembuatannya serta kapan makanan itu dikonsumsi oleh orang Indonesia, dalam bahasa Jerman. Hal ini sangat penting bagi para Aupair untuk mempelajari kosa kata baru untuk masakan yang akan mereka perkenalkan di Jerman.

Memasuki minggu kelima, akhirnya terdengar juga apa yang selama ini dinantikan bakal terucap dari mulut mereka ketika ada evaluasi rutin dengar pendapat para Aupair: "Katong cape sekali". Mendengar akan keluhan ketiga Aupair yang belum terbiasa dengan saratnya aktifitas di Jakarta itu, cukup menimbulkan rasa iba terhadap mereka. Sayangnya, sebelum mereka tiba di Jakarta, sejumlah kegiatan yang kini mereja jalani telah dijadwalkan dengan prioritas tertentu untuk dilakukan dan dievaluasi secara berkala.

Keluhan kecapean yang diutarakan langsung oleh para Aupair, bertepatan dengan tugas baru yang harus mereka lakukan diakhir minggu kelima yaitu Kinderbetreuung (Ikuti Penuturan para Aupair tentang program yang satu ini!! Anda dapat mengakses langsung setelah kami menerima laporan tertulis mereka. Laporan akan disampaikan dalam bahasa Jerman dan Indonesia).

Tak ada pilihan memang untuk para Aupair yang telah mendaftar, setiap orang yang ingin mengikuti program Aupair PLUS harus siap dibentuk. Setiap hari akan ada program baru, kenalan baru karakter baru, masalah baru tetapi tentunya tiap Aupair akan menerima upahnya yang tak bisa dihargai dengan uang, yaitu Pengalaman Baru. Kami akan melakukan yang terbaik yang kami bisa, dan merencanakannya dengan hati-hati karena semua ini tidak akan pernah dialami mereka untuk kedua kalinya.


ARTIKEL SEBELUMNYA:

Londra:
Dessy : Relia: Veronika: Yolani: Miranda: Febry:

Kumpulan Artikel :
Kemampuan mendongeng penting untuk adaptasi dengan Gastkinder







http://www.trafficzap.com/exchange/index.php?rid=77452

Donnerstag, 22. November 2007

Toko Grosir

TOKO GROSIR
(Artikel Kiriman dari Au-Pair Londra di Jerman)


Suatu hari dalam perjalanan hidup saya, saya melihat
sebuah papan bertuliskan, "Toko Grosir Surga".
Ketika saya berjalan dan hendak masuk ke toko itu, pintu
segera terbuka dengan begitu lebar.
Sementara saya berdiri dalam kebingungan ketika berada
dalam toko tersebut, saya melihat banyak malaikat yang
berdiri dimana-mana. Salah satu dari mereka memberikan
keranjang belanja kepada saya sambil berkata ,

"Anakku, berbelanjalah dan pilih apa saja yang engkau mau,
semua kebutuhan orang Kristen tersedia di toko ini dan
jika engkau tidak bisa membawa semua belanjaanmu, engkau
boleh kembali lagi kesini."

Pertama-tama saya mengambil KESABARAN dan KASIH , karena
keduanya berada di rak yang sama. Dibawah rak itu saya
melihat PENGERTIAN dan saya pun mengambilnya. "Kau selalu
memerlukannya dimanapun kau pergi," kata malaikat yang ada
di depan saya.

Saya mengambil 2 kotak KEBIJAKSANAAN dan sekantong IMAN .
Saya juga tidak melupakan ROH KUDUS karena itu terletak di
setiap tempat di dalam toko itu. Saya berhenti sejenak
untuk mengambil sebungkus KEKUATAN dan KETEGUHAN HATI
untuk menolong dan memampukan saya melalui perjuangan
hidup ini.Meskipun keranjang saya sudah penuh, tetapi saya
teringat bahwa saya membutuhkan ANUGERAH .

Saya juga tidak melupakan KESELAMATAN karena saya tahu itu
merupakan barang yang gratis di toko tersebut. Saya
mengambil lebih , agar bisa membagikannya kepada orang
lain yang membutuhkannnya .

Saya berpikir, "ini kan cuma-cuma." Keranjang saya kini
benar-benar penuh dan saya berjalan ke kasir untuk
membayar belanjaan. Saya berpikir, "Dengan semua yang saya
beli, saya pasti bisa menyenangkan Tuhan saya."
Di depan kasir saya melihat DOA dan tanpa menunggu lebih
lama saya segera mengambilnya karena saya tahu tanpa DOA
saya akan segera jatuh dalam pencobaan.

DAMAI dan SUKACITA adalah dua hal penting yang hampir saya
lupakan. Saya segera mengambil satu keranjang kecil untuk
keduanya dan untuk NYANYIAN PUJIAN .

Pada akhirnya saya berkata kepada malaikat, "Sekarang
berapa yang harus saya bayar?"
Ia hanya tersenyum dan berkata, " Kamu tinggal membawanya
saja."
Sekali lagi saya bertanya dalam kebingungan, "Sungguh,
berapa harga semua ini?"
Ia tersenyum dan berkata, "Anakku, bertahun-tahun yang
lalu Yesus telah membayar semuanya untuk mu."

Aku terharu, aliran-aliran bening membanjiri mataku.

Di dalam Iman semuanya sudah tersedia bagi kita yang
percaya kepada YESUS.
Kita tinggal mengambilnya kapan dan berapa banyak yang
kita mau.

Alkitab berkata bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan . DIA menjadi
miskin agar kita kaya dalam segala hal .


Jika anda merasa diberkati dengan renungan ini, tolong
kirimkan kepada orang-orang yang anda kenal supaya berkat
itu selalu mengalir.



ARTIKEL SEBELUMNYA:

Londra:

Dessy : Relia:
Veronika:
Yolani:
Miranda:
Febry:


Kumpulan Artikel :
Kemampuan mendongeng penting untuk adaptasi dengan Gastkinder




http://www.trafficzap.com/exchange/index.php?rid=77452

Sonntag, 4. November 2007

Au-Pairs Ausflug ke Bandung




Jalan-jalan ke
Tangkuban Perahu

Pertama kali aku tiba di jakarta, aku sama Lia, Ola, Vero, Alon, Frau Toman, Grecg, mba Yuli, mengikuti Aupair-Ausflug ke Tangkuban perahu, wowwwwww asyik banget kan? Selama perjalanan kami ke Bandung, aku merasa tidak enak badan karena udara di bandung sanggat dingin sekali, mungkin kalau lagi musim winter di Jerman, udaranya dingin kayak gini kali yeeee???
Saat tiba di Tangkuban perahu, kami terkagum-kagun akan kehindahan alamanya. Ternyata indah banget pemandangan di sana. Sungguh luar biasa karya besar Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan begitu sempurna...
Aku sangat bersyukur bisa jalan-jalan ke sana, ini merupakan pengalaman yang pertama bagi saya mengunjungi tempat itu,kami pun mulai berkeliling melihat-lihat segala sesuatu yang ada di sana,banyak souvenir yang di jual di sana dan salah satu barang kesukaan saya yaitu syall. Setelah kami puas mengelilingi tangkuban perahu kami pun meneruskan perjalanan kami ke kota bandung, di sana kami mengunjungi Outlet2 dan berbelanja barang-barang yang kami butuhkan,tadinya aku tertarik untuk membeli sebuah jaket untuk di pakai di Jerman pada musim dingin, taukan di sana udaranya lebih dingin lagi dari bandung,eeeeehhh pas aku lagi liat-liat yang laen tau-taunya barangnya da di ambil orang, jadi kesal dehhhhhh.......tak lama kemudian kami pun pulang kembali ke Jakarta,,,!!!!

Kursus Bahasa Jerman untuk Au-Pair
Semua kegiatan aku sebelum mengikuti kursus sangatlah indah, apalagi dalam mengikuti kursus! Waooww... Asyik banget!! karena dalam mengikuti kursus kita di latih banyak oleh pengajar dari Fitzeman yang sangat luar biasa dalam memberikan pelajaran, bimbingan, dan juga turut motivasi kita dalam mempelajari bahasa Jerman. Pokoknya asssssssssyiiiiik banget gabung jadi Au-pair Fitzeman dan bisa belajar bahasa Jerman untuk Au-Pair dengan konsep yang sangat sederhana tapi kaya materi dan selalu berfariasi



ARTIKEL SEBELUMNYA:

Londra:

Dessy : Relia:
Veronika:
Yolani:
Miranda:
Febry:


Kumpulan Artikel :
Kemampuan mendongeng penting untuk adaptasi dengan Gastkinder




http://www.trafficzap.com/exchange/index.php?rid=77452

Au-Pair Relia


Relia :

"...pernah ditolak di jurusan bahasa Inggris, tapi kini penolakan itu berbuahkan kesempatan berangkat ke Jerman. Untung tetap kuliah di Jurusan Bahasa Jerman!"

kenal semenjak
Bahasa Jerman adalah bahasa yang baru bagiku dan yang ku kenal semenjak kakiku melangkah ke perguruan tinggi. Semenjak aku sekolah tak sedikitpun ku tahu tentang bahasa Jerman, bahkan mendengar namanyapun tak pernah samasekali.................yaaaaaaa maklum deh aku sekolah di salah
satu sekolah kejuruan yang dulunya tidak ada pelajaran bahasa Jerman. Ketika aku lulus aku sempat masuk pada salah satu sekolah Pariwisata (P4B) di kotaku, karena waktu sekolah aku ambil jurusan Usaha Jasa Pariwisata(UJP)..eee tahu-tahu ortuku Gak setuju, mereka menginginkan agar aku ambil sekolah yang bisa cepat selesai dan bisa cepat pula dapat kerjaan.....ya mereka sarankan agar aku masuk Universitas Pattimura dan ngambil jurusan keguruan.... Akhirnya dengan berat hati di sertai dengan kekecewaan aku mengikuti tes masuk UNPATTI..awalnya program studi yang bakal ku pilih adalah Program studi Bahasa Inggris, tapi ternyata Bahasa Inggris udah full saat itu soooo Gak bisa lagi dan tempat pelarianku saat itu adalah Bahasa Jerman dengan tujuan setelah semester 3 nanti aku akan pindah ke Bahasa Inggris.... Dengan bermodalkan PD aku bergabung dengan teman-teman aku di Bahasa Jerman.

waktu demi waktu berlalu dan akupun menikmati apa yang ku jalankan...ternyata agan-anganku untuk pindah tak terwujutkan karena hasil belajar aku selama 2 semester lumayan baik sehingga akupun memutuskan untuk tetap tinggal dan terus belajar Bahasa Jerman.
Aku melangkah dengan satu tujuan bahwa satu saat aku akan pergi ke Negara yang ku pelajari bahasanya.. TaPiiiiiiiiiii KaPan?????????? akupun tidak tahu,, tapi ku percaya..!!!!!!!!!! PASTI.!!!!!! sampai akhirnya ku temukan jawabannya.

"Au-pair Maedchen" sebuah program yang membuatku tahu sekarang. kenapa aku di taruh pada Bahasa Jerman?!! Dan aku pun mencari informasi tentang Au-pair, mulai dari apa itu Au-pair sampai pada apa untungya menjadi seorang Au-pair.. Awalnya OrTu aku Gak setuju kalau aku ikut Au-pair,, Au-pair????????? Apa-An tuhhhh???????? kata mereka saat itu, tapi ketika ku berikan penjelasan secara baik-baik akhirnya deh mereka setuju.....!! Puncaknya dari segalanya aku mulai mengurus semua surat-surat yang berkaitan dengan Au-pair.
Tanggal 18 Oktober 2007 aku bersama 2 orang temanku berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Training sebagai Au-Pair ke Jerman.

2 hari kemudian kita para Au-pair melakukan Tour ke Bandung..... Tahu Gak sieeeeeeee aku baru pertama kali ke Bandung. Makanya pas aku dengar, sempat gak percaya...tapi seneng, Bandung.... Assyyyyyyyyiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkk..............................
Kita berangkat pagi dan baliknya petang, kita punya waktu lebih banyak di objek wisata Tangkuban Perahu.. setelah itu kita ke objek yang lainnya.. Pokoknya hari itu berkesan banget!!

Semua yang terbaik yang ku alami,ku tahu bahwa Jesus turut bekerja dan impianku kini di depan mataku




ARTIKEL SEBELUMNYA:

Londra:

Dessy :
  1. Pengalaman yang sangat berarti

Veronika:
Yolani:


Miranda:

Febry:


Kumpulan Artikel :
Kemampuan mendongeng penting untuk adaptasi dengan Gastkinder